Sumpah Pemuda dan Kerja Nyata, Abraham Garuda Laksono Salurkan Bantuan bagi Warga

Fokuslinenet.com. – Kabupaten Tangerang – Semangat Sumpah Pemuda tidak hanya dimaknai melalui seremoni, tetapi juga melalui kerja nyata untuk menjawab kebutuhan masyarakat. Anggota DPRD Provinsi Banten dari Fraksi PDI Perjuangan, Abraham Garuda Laksono, mewujudkan semangat tersebut dengan memperjuangkan bantuan pengeras suara untuk delapan posyandu dan air bersih bagi sekitar 150 kepala keluarga (KK) terdampak kekeringan di Kabupaten Tangerang, Rabu (28/10/2026).

Bagi Abraham, nilai persatuan dan kebangsaan harus hadir dalam kehidupan sehari-hari. Salah satunya melalui kepedulian terhadap kebutuhan warga serta upaya memperjuangkan aspirasi masyarakat melalui jalur pemerintahan.

Penyaluran bantuan pengeras suara berlangsung di Padepokan Kebangsaan Karang Tumaritis, Kelapa Dua, sekitar pukul 13.00 WIB. Bantuan tersebut disalurkan melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Provinsi Banten berdasarkan usulan Abraham sebagai anggota Komisi V DPRD Banten.

Delapan posyandu penerima bantuan tersebar di wilayah Bojong Nangka, Bencongan, Binong, Bonang, Sukabakti, dan Kampung Babakan.

Posyandu tersebut meliputi Posyandu Melati 23 di Kampung Babakan, Posyandu Melati XVI di Binong, Posyandu Melati XII di Binong, Posyandu Dahlia di Bonang, Posyandu Melati Putih di Bencongan, Posyandu Melati XV di Binong Permai, Posyandu Mutiara Hati di Bonang, serta Posyandu Cempaka V di Sukabakti, Curug.

Abraham mengatakan, masyarakat tidak perlu sungkan menyampaikan keluhan maupun kebutuhan kepada wakil rakyat. Menurut dia, jabatan anggota dewan merupakan amanah untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat.

“Jangan sungkan kalau ada keluhan atau kebutuhan apa pun. Dewan bukan bosnya rakyat. Justru rakyatlah bosnya dewan. Kami ada di sini untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat,” kata Abraham.

Ia menjelaskan, bantuan tersebut bukan berasal dari pemberian pribadi, melainkan bagian dari fungsi dan tanggung jawabnya sebagai anggota legislatif dalam memperjuangkan kebutuhan masyarakat melalui mekanisme pemerintahan.

Berawal dari Aspirasi Warga

Abraham mengungkapkan, pengusulan bantuan pengeras suara bermula dari pertemuan sederhana dalam sebuah acara kondangan warga. Saat itu, seorang warga bernama Monika menyampaikan kebutuhan pengeras suara untuk posyandu di wilayah RW 31.

Meski kuota bantuan ketika itu telah terpenuhi, Abraham berupaya agar kebutuhan tersebut tetap dapat diperjuangkan. Setelah melalui proses pengusulan, kebutuhan itu akhirnya dapat diakomodasi.

“Bagi saya, ketika masyarakat menyampaikan kebutuhan, itu harus menjadi perhatian. Mungkin prosesnya tidak bisa langsung, tetapi selama masih bisa diperjuangkan melalui mekanisme yang ada, kami akan berusaha,” ujarnya.

Bantuan pengeras suara tersebut diharapkan dapat mendukung kelancaran kegiatan posyandu, termasuk penyampaian informasi dan pelaksanaan pelayanan kepada masyarakat.

Air Bersih untuk 150 Kepala Keluarga

Pada sore hari, sekitar pukul 16.00 WIB, Abraham melanjutkan penyaluran bantuan dengan menyasar warga terdampak kekeringan di RT 02 RW 07, Kampung Onyam, Desa Kadu Wetan, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang.

Bantuan air bersih tersebut diperuntukkan bagi sekitar 150 kepala keluarga yang membutuhkan pasokan air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Bantuan diterima Ketua RW 07, Haerudin, bersama Ketua RT 02, Emon. Penyaluran tersebut turut didampingi Sukoto, Sekretaris PAC PDI Perjuangan Kecamatan Curug, serta Bahar dari tim konstituen Sahabat Abraham.

Haerudin dan Emon menyampaikan terima kasih atas perhatian dan bantuan yang diberikan. Bagi warga, pasokan air bersih sangat berarti untuk membantu memenuhi kebutuhan rumah tangga ketika kekeringan mengganggu ketersediaan air.

Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa kebutuhan masyarakat tidak selalu berkaitan dengan pembangunan berskala besar. Sarana pendukung posyandu dan ketersediaan air bersih juga menjadi kebutuhan penting yang berdampak langsung pada kehidupan sehari-hari.

Memaknai Persatuan Melalui Kepedulian

Dalam momentum Sumpah Pemuda, Abraham menilai semangat persatuan perlu diwujudkan melalui kepedulian terhadap sesama dan keberpihakan pada kebutuhan masyarakat.

Nilai kebangsaan, menurutnya, akan lebih bermakna ketika tidak berhenti sebagai slogan atau peringatan tahunan, tetapi tercermin dalam tindakan yang manfaatnya dapat dirasakan warga.

Penyaluran bantuan untuk delapan posyandu dan sekitar 150 kepala keluarga terdampak kekeringan tersebut menjadi bagian dari upaya memperjuangkan aspirasi masyarakat melalui mekanisme pemerintahan.

Bagi seorang wakil rakyat, mendengar keluhan dan mengupayakan pemenuhan kebutuhan warga merupakan bagian dari tanggung jawab yang melekat pada jabatan.

Dari kebutuhan pengeras suara di posyandu hingga pasokan air bersih bagi keluarga terdampak kekeringan, semangat Sumpah Pemuda menjadi pengingat bahwa persatuan juga tumbuh melalui kepedulian dan kerja nyata.

Pada akhirnya, makna perjuangan kebangsaan tidak hanya terletak pada peristiwa bersejarah yang diperingati setiap tahun, tetapi juga pada upaya bersama untuk menjawab kebutuhan masyarakat.

Dadang careuh /kjk

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *